Archive for June 14th, 2010

14
Jun
10

Saatnya Melindungi Perempuan dari Bahaya Rokok

Konsumsi rokok dan tembakau merupakan salah satu faktor risiko utama terjadinya  penyakit tidak menular seperti kardiovaskuler, stroke, penyakit paru obstruktif kronik, kanker paru, kanker mulut, dan kelainan kehamilan. Penyakit-penyakit tersebut, saat ini merupakan penyebab kematian utama di dunia, termasuk di Indonesia. Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO) rokok adalah pembunuh yang akrab di tengah-tengah masyarakat. Setiap  detik, satu orang meninggal akibat merokok. Rokok, juga membunuh separuh dari masa hidup perokok, dan separuh perokok mati pada usia 35 sampai dengan 69 tahun. Untuk menggugah perhatian masyarakat dunia terhadap bahaya rokok, sejak tahun 1988 diselenggarakan peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia  (HTTS).  Pada peringatan HTTS 2010 ditetapkan tema ” Gender and Tobacco with an Emphasis on Marketing to Women ”.  Tema ini berkaitan dengan upaya global dalam mengendalikan jumlah perokok terutama kelompok berisiko yaitu anak-anak dan wanita dari bahaya asap rokok. Sedangkan di Indonesia, temanya adalah “Gender dan Rokok dengan penekanan pemasaran pada perempuan”. Selain tema, juga ditetapkan slogan “ Saatnya kita lindungi anak dan perempuan dari bahaya rokok”.

Guna menyiapkan penyelenggaraan kegiatan-kegiatan dalam rangkaian peringatan HTTS  2010,  Menkes dr. Endang Rahayu Sedyaningsih, MPH, Dr. PH, telah membentuk  Panitia penyelenggara peringatan dengan empat bidang pelaksana yaitu bidang penggerakan masyarakat, bidang media dan informasi, bidang lomba dan bidang acara puncak. Panitia terdiri dari unsur Kementerian Kesehatan, Lintas Sektor, Swasta, LSM Peduli Masalah Rokok, Organisasi Kemasyarakatan, organisasi profesi dan organisasi internasional.

Data epidemi di dunia menunjukkan,  tembakau membunuh lebih lima juta orang setiap tahunnya. Jika hal ini terus berlanjut, diproyeksikan pada tahun 2020 terjadi 10 juta kematian, dengan 70% kematian di negara sedang berkembang.

Global Youth Tobacco Survey (GYTS) Indonesia tahun 2006 melaporkan,  64,2% anak sekolah yang disurvei terpapar asap rokok selama mereka di rumah. Sebanyak (37,3%) pelajar  merokok, dan 3 diantara 10 perlajar pertama kali merokok sebelum berumur 10 tahun (30,9%).

Tingginya populasi dan konsumsi rokok, menempatkan Indonesia urutan ktiga konsumen tembakau/rokok di dunia setelah China dan India dengan konsumsi 220 milyar batang per tahun 2005.

Asap rokok/tembakau mengandung lebih dari 4.000 senyawa kimia, 43 diantaranya bersifat karsinogen. Tidak ada kadar paparan minimal dalam  asap rokok/tembakau yang “aman”. Separuh lebih (57 %) rumah tangga di Indonesia mempunyai sedikitnya satu perokok, dan hampir semua perokok (91,8 %) merokok di rumah. Seseorang bukan perokok yang menikah dengan perokok mempunyai risiko kanker paru sebesar 20 sampai 30 %, dan mempunyai risiko terkena penyakit jantung.

Asap rokok yang dihisap ke dalam paru-paru oleh perokoknya disebut asap rokok utama (main stream smoke), sedang asap yang berasal dari ujung rokok yang terbakar disebut asap rokok sampingan (side stream smoke) yang 3 kali lebih berbahaya dari asap rokok utama yang dihisap oleh perokok.

Pengendalian  tembakau/ rokok merupakan tanggung jawab seluruh komponen bangsa, baik individu, masyarakat, parlemen, maupun pemerintah, untuk melindungi generasi sekarang maupun yang akan datang. Kawasan tanpa rokok perlu dikembangkan untuk mempersempit area bagi perokok, pengembangan dan penetapannya perlu diwujudkan secara bersama-sama. Komitmen bersama dari lintas sektor dan berbagai elemen akan sangat berpengaruh terhadap keberhasilan dalam penetapan Kawasan Tanpa Rokok tersebut.

Dalam UU No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dinyatakan, tembakau dan produk tembakau merupakan zat adiktif. Hal ini tercantum dalam pasal 113 yang mengatur  pengamanan penggunaan bahan yang mengandung zat adiktif. Pada ayat (2) berbunyi: “zat adiktif sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi tembakau, produk yang mengandung tembakau, padat, cairan, dan gas yang bersifat adiktif yang penggunaannya dapat menimbulkan kerugian bagi dirinya dan/ atau masyarakat sekelilingnya”.

Pada pasal 114, setiap orang yang memproduksi atau memasukkan rokok ke wilayah Indonesia wajib mencantumkan peringatan kesehatan. Pasal 115  ayat (2), Pemerintah Daerah wajib menetapkan kawasan tanpa rokok di wilayahnya.

Guna melaksanakan amanah UU dimaksud maka disusun Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang Pengamanan Produk Tembakau sebagai Zat Adiktif bagi Kesehatan.

Berbagai upaya pengendalian tembakau telah dilakukan, baik oleh pemerintah maupun masyarakat. Salah satunya adalah penerapan kawasan tanpa asap rokok. Sampai saat ini sebanyak 18 Kabupaten/kota memiliki kebijakan dalam KTR berupa Peraturan Daerah (Perda), Peraturan Gubernur (Pergub)/Peraturan Walikota (Perwali)/Peraturan Bupati (Perbup)/SK/SE/Instruksi. Sedangkan kabupaten/kota yang sudah mempunyai Perda adalah Palembang, DKI Jakarta, Bogor, Surabaya, Padang Panjang. Sedangkan provinsi yang telah mensosialisasikan dan merencanakan KTR adalah Sumsel, Sumbar, Bali, Kalbar, DKI Jakarta, Jabar, Jateng, Jatim, DI Yogyakarta, Sulsel, NTB dan NTT.

Salah satu daerah yang dinilai  berhasil menerapkan secara konsekuen dan konsisten kawasan tanpa asap rokok (KTR) adalah kota Padang Panjang, dimana KTR di terapkan di 7 tempat yaitu sekolah, tempat ibadah, sarana kesehatan, tempat kerja, angkutan umum, tempat rekreasi dan tempat kegiatan proses belajar mengajar.

Di samping itu,  Padang Panjang juga telah menerapkan pelarangan iklan, promosi maupun sponsorship perusahaan rokok di dalam kota. Keberhasilan Kota Padang Panjang ini patut dijadikan contoh untuk daerah-daerah lainnnya. Karena itu,  puncak peringatan HTTS  31 Mei 2010 diadakan di kota ini dan akan dihadiri  Menteri Kesehatan dan Perwakilan WHO untuk Indonesia. Pada kesempatan itu juga akan diserahkan penghargaan WHO kepada Walikota Padang Panjang atas prestasinya menerapkan KTR diberbagai tatanan masyarakat.

Selain acara puncak, peringatan HTTS juga akan diisi berbagai kegiatan yaitu penyelenggaraan seminar, Forum Anak Bebas Tembakau, Jumpa Pers, Lomba foto dan penulisan artikel, Aksi Simpatik di bundaran Hotel Indonesia dengan membagikan PIN, selebaran, striker dan lain-lain.

http://depkes.go.id/index.php/berita/press-release/1090-saatnya-melindungi-perempuan-dari-bahaya-rokok.html

Advertisements
14
Jun
10

Sosialisasi Program Jaminan Pemeliharaan Kesehatan

Dengan adanya sosialisasi diharapkan masyarakat dapat memahami alur dalam proses klaim jamkesos dan mengetahui tentang manfaatnya jamkesos bagi masyrakat miskin.

Masyarakat yang belum mendapatkan kartu dapat diusulkan melalui kab/Kota masing-masing Kemudian diteruskan ke Bapel Jamkesos untuk dapat diusulkan ke Dinas Kesehatan Propinsi DIY yang kemudian diteruskan Pemerintah Propinsi DIY.

Proses pendataan Keluarga miskin dari Dinas Tenaga Kerja dan Sosial atau instansi yang ditunjuk oleh Kab/Kota masing-masing,Pendataan jamkesos sudah melalui prosedur dan mekanisme yang ada yaitu diharapkan masing-masing kab/kota melakukan uji publik sehingga dengan adanya uji publik tersebut kriteria masyarakat miskin benar-benar mengenai sasaran dan data yang sudah sah dapat di SK-kan oleh bupati/walikota.

Apabila terjadi kesalahan ataupun kekeliruan diharapkan masyarakat dapat sampaikan melalui kelurahan ke kecamatan dan diteruskan kepada pejabat di kabupaten/kotamadya maupun di Propinsi DIY.

Dari sosialisasi tersebut diatas ada beberapa masukan dari masyarakat yaitu :

Bagaimana dengan adanya KK baru,  yang tidak mampu? Syaratnya apa?
Apabila ada KK baru maka yang bersangkutan dapat melaporkan ke RT/dusun setemapt sehingga dapat  diusulkan  ke Kabupaten untuk mendapatkan kartu jamkesos tahun berikutnya, bila dalam keadaan sakit belum punya kartu maka mengajukan surat ke dinas tenaga kerja dan sosialatau ke instansi yang ditunjuk oleh kab/kota untuk diproseskan di tahun berikutnya.

Dalam proses pendataan jangan dan istilah diduka, sehingga masyarakat yang mendapatkan bantuan biaya         kesehatan adalah betul-betul masyarakat yang kurang mampu.

Apakah dalam proses klaim jamkesos pasien bisa mendapatkan jaminan 100%? Karena dalam pelaksanaannya di rumah sakit masih ditarik biaya dari pasien? pada dasarnya pelayanan dijamin tapi harus mengikuti prosedur yang ditetapkan namun dalam memberi pelayanan di rumah sakit ada hal-hal yang diberikan oleh petugas rumah sakit diluar ketentuan sehingga sisanya harus ditanggung oleh keluarga pasien itu sendiri (mis: obat bukan generik dll).

Apakah anggota TNI/POLRI/PNS yang kurang mampu bisa diusulkan untuk mendapatkan kartu jamkesos?
Jawab :Tidak, (karena anggota keluarga yang masuk dalam KK-nya sudah dijamin oleh Askes. tetapi misalkan  yang menjadi  anggota PLORI/TNI/PNS adalah anaknya maka orang tuanya bisa diusulkan apabila dianggap miskin.

Apabila terjadi kekeliruan atau kesalahan pada kartu jamkesos bagaimana proses nya ? jawab : apabila terjadi kesalahan pada kartu jamkesos dimana pasien sedang sakit dan dirawat di rumah sakit maka keluarga pasien dapat memintakan surat Keterangan dari Kelurahan/Desa setempat.

Apakah masyarkat yang mendapatkan kartu dobel bisa dialihkan ke yang lain yang belum mempunyai kartu? Jawab : tidak bisa dialihkan, jika memiliki kartu dobel maka dilaporkan untuk dilakukan penarikan, sehingga tahun berikutnya bisa diusulkan untuk warga yang lain. Jika ada warga yang sakit tapi tidak memiliki kartu maka dapat diusulkan dengan menggunakan Live Saving dengan mengikuti aturan yang ada.

Pada intinya Jamkesos bekerja sama dengan semua rumah sakit pemrintah dan rumah sakit swasta yang ditunjuk ditambah Bidan

Praktek Swasta dan dokter keluarga yang sudah pernah mengikuti pelatihan, apabila di tempat warga masyarakat belum ada bidan praktek swasta dan dokter keluarga maka warga dapat mengusulkan ke Jamkesos yang kemudian akan diteruskan kepada Kepala dinas Kesehatan Propinsi DIY untuk dipelajari lebih lanjut.

By.Al.S(Jamkesos)

http://dinkes.jogjaprov.go.id/index.php/cberita/read/230.html




Blog Saya

Salam

Selamat Datang

Calender

June 2010
M T W T F S S
« May   Oct »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  

Jam*Suhu*Cuaca

Statistik

Afiliasi

CO.CC:Free Domain

Join 4Shared Now!

Enter a long URL to make tiny:

Ayat Al-Qur’an

Jadwal Adzan

Asmaul Husna

Asmaul Husna