Archive for the '01_Seputar MIK' Category

30
Jan
15

Daftar Prodi Baru Rekam Medis

Daftar Prodi Baru Rekam Medis

No

Perguruan Tinggi

Nama Prodi/ Jenjang

1

Akademi
Kesehatan Yayasan Sapta Bakti Bengkulu

Perekam
dan Informasi Kesehatan/D-III

2

APIKES
Bali

Perekam
dan Informasi Kesehatan/D-III

3

Politeknik
Muhammadiyah Yogyakarta

Perekam
dan Informasi Kesehatan/D-III

4

Sekolah
Tinggi Ilmu Kesehatan Jenderal Achmad Yani Yogyakarta

Perekam
dan Informasi Kesehatan/D-III

5

Sekolah
Tinggi Ilmu Kesehatan Mahardika Cirebon

Perekam
dan Informasi Kesehatan/D-III

6

Sekolah
Tinggi Ilmu Kesehatan Perdhaki Charitas Palembang

Perekam
dan Informasi Kesehatan/D-III

7

Universitas
Muhammadiyah Malang

Perekam
dan Informasi Kesehatan/D-III

8

Yayasan
Dhyana Pura (Undhira Bali)

Perekam
Dan Informasi Kesehatan/S1

9

Yayasan
Karya Buana Husada Ponorogo

Perekam
dan Informasi Kesehatan/D-III

10

Yayasan
Medika Obgin Bandung

Perekam
dan Informasi Kesehatan/D-III

11

Yayasan
Pendidikan Gunung Lompobattang Kab. Gowa Sulawesi Selatan

Rekam
Medik/DIV

12

Yayasan
Pendidikan Kesehatan Talitakum Medan

Perekam
dan Informasi Kesehatan/D-III

13

Yayasan
Pendidikan Mitra Keluarga Bekasi Timur

Perekam
dan Informasi Kesehatan/D-III

14

Yayasan
Pendidikan Paramarta Tridharma (Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Paramarta
Tridharma Bandung)

Perekam
dan Informasi Kesehatan/D-III

15

Yayasan
Shima Palembang

Perekam
dan Informasi Kesehatan/D-III

16

Yayasan
Sapta Bakti Bengkulu

Perekam
dan Informasi Kesehatan/D-III

17

YPPP
Tomatindo Dilimboro Wonomulyo Mandar Sulawesi Barat

Perekam
dan Informasi Kesehatan/D-III

Sumber: http://prodibaru.dikti.go.id/info.php

Advertisements
30
Apr
14

Beberapa Perbedaan ICD-10 2004 dengan 2010

Sebelum aku pulang kerja, share dulu, ini ada beberapa kode yang berubah di ICD-10 Versi 2004 dengan 2010 selama aku mengkode di RSUD dr. Iskak mulai bulan maret sampai dengan hari ini:

A09
A41
C78
C80-C96
D68
D75
E88
G90
I77
K12
K22
K35
K92
L89
M79
N18
N28
O14
O16
O43
O60
O98
P08
P91
Q21
R50
R57
R63
R65
W46
W27

Silakan dicek, dan bisa sharing ilmu di sini ūüôā

27
Oct
12

Daftar Perguruan tinggi Rekam Medis di Indonesia

1. Sekolah Vokasi UGM

2. Politeknik Kesehatan Bhakti Setya Indonesia Yogyakarta

3. Politeknik Kesehatan Permata Indonesia Yogyakarta

4. Apikes Mitra Husada Karanganyar

5. Apikes Citra Medika Surakarta

6. Apikes Bhakti Mulia Sukoharjo

7. Stikes Hakli Semarang

8. UDINUS Semarang

9. Universitas Esa Unggul Jakarta

10. Apikes Bumi Husada Jakarta

11. Apikes Bandung

12. Politeknik Kesehatan Piksi Ganesha

13. Stikes Borromeus Bandung

14. Politeknik TEDC

15. Apikes Pena Husada Surabaya

16. Stikes Panakukkang Makasar

17. Apikes Imelda Medan

mana lagi ya? ayo share…

17
Oct
12

Rekam Medis dan Manajemen Informasi Kesehatan

Informasi merupakan sumber kehidupan dari sistem pelayanan kesehatan. Rekam medis, baik dalam bentuk manual ataupun otomatis, menampung informasi medis yang menjelaskan semua aspek pelayanan kesehatan pasien.

Para dokter, perawat, dan tenaga kesehatan lainnya memerlukan informasi medis untuk kepentingan pengobatan pasien. Rekam medis berfungsi sebagai alat komunikasi antara para tenaga kesehatan yang memberikan pelayanan kesehatan kepada pasien. Dokumentasi rekam medis juga berfungsi untuk melindungi kepentingan hukum bagi pasien, tenaga kesehatan, dan institusi pelayanan kesehatan. Rekam medis merupakan catatan yang penting ditinjau dari sudut keuangan, karena rekam medis dapat menyediakan bukti-bukti untuk pengajuan penggantian biaya pelayanan kesehatan. Kegunaan lain dari rekam medis meliputi penyediaan data untuk penelitian medis, pendidikan tenaga kesehatan, penelitian kesehatan masyarakat, dan review terhadap kualitas pelayanan kesehatan. Keseluruhan kegiatan pengelolaan rekam medis mulai dari pengelolaan berkas sampai pengelolaan data hingga menghasilkan informasi, dikelola dalam lingkup manajemen informasi kesehatan.

Terdapat dua profesional manajemen informasi kesehatan, yaitu : administrator rekam medis dan teknisi rekam medis. Kedua profesional ini harus memahami sistem pelayanan kesehatan dan arus informasi medis yang terdapat di dalamnya. Mereka harus mengerti dan memahami dasar-dasar ilmu kedokteran yang digunakan untuk memproses isi rekam medis. Teknisi rekam medis juga harus memahami statistik pelayanan kesehatan, aspek hukum, serta entri dan pengambilan kembali data dalam komputer. Administrator rekam medis menggunakan manajemen file dan teori sistem informasi untuk merancang penyimpanan dan pengambilan kembali rekam medis baik secara manual maupun komputerisasi. Mereka juga harus memiliki pengetahuan dasar statistik dan metode penelitian, hukum, ilmu komputer, dan keuangan untuk memastikan rekam medis lengkap dan akurat untuk memenuhi berbagai tujuan dalam penggunaannya.

Pengertian Rekam Medis

Pengertian rekam medis atau definisi rekam medis dapat dilihat di bawah ini :

Pengertian Rekam Medis Menurut Dalam KUBI (Kamus Umum Bahasa Indonesia)

Rekam Medis adalah hasil perekaman yang berupa keterangan mengenai hasil pengobatan pasien; sedangkan rekam kesehatan yaitu hasil perekaman yang berupa keterangan mengenai kesehatan pasien.

Pengertian Rekam Medis Menurut DirJen YanMed Nomor 78 Tahun 1991

Rekam medis adalah berkas yang berisikan catatan dan dokumen tentang identitas pasien, anamnesis, pemeriksaan, diagnosis, pengobatan, tindakan dan pelayanan lain yang diberikan kepada seorang pasien selama dirawat di rumah sakit yang dilakukan di unit-unit rawat jalan termasuk di unit gawat darurat dan unit unit rawat inap.

Pengertian Rekam Medis Menurut Gemala Hatta

Rekam medis merupakan kumpulan fakta tentang kehidupan seseorang dan riwayat penyakitnya, termasuk keadaan sakit, pengobatan saat ini dan masa lampau yang ditulis oleh para praktisi kesehatan dalam upaya mereka memberikan pelayanan kesehatan kepada pasien.

Pengertian Rekam Medis Menurut Permenkes 269 Tahun 2008

Rekam medis adalah berkas yang berisikan catatan dan dokumen tentang identitas pasien, pemeriksaan, pengobatan, tindakan dan pelayanan lain yang telah diberikan kepada pasien.
Catatan adalah tulisan yang dibuat oleh dokter atau dokter gigi tentang segala tindakan yang dilakukan kepada pasien dalam rangka pemberian pelayanan kesehatan
Dokumen adalah catatan dokter, dokter gigi, dan/atau tenaga kesehatan tertentu, laporan hasil pemeriksaan penunjang, catatan observasi dan pengobatan harian dan semua rekaman, baik berupa foto radiologi, gambar pencitraan (imaging), dan rekaman elektro diagnostik.

Pengertian Rekam Medis Menurut Waters dan Murphy

Rekam medis adalah merupakan kompendium (ikhtisar) yang berisi informasi tentang keadaan pasien selama perawatan atau selama pemeliharaan kesehatan‚ÄĚ.

Pengertian Rekam Medis Menurut IDI

Sebagai rekaman dalam bentuk tulisan atau gambaran aktivitas pelayanan yang diberikan oleh pemberi pelayanan medik/kesehatan kepada seorang pasien.

Pengertian Rekam Medis Menurut Edna K. Huffman

Rekam medis adalah berkas yang menyatakan siapa, apa, mengapa, dimana, kapan dan bagaimana pelayanan yang diberikan kepada pasien selama masa perawatan yang memuat pengetahuan mengenai pasien dan pelayanan yang diperolehnya serta memuat informasi yang cukup untuk menemukenali (mengidentifikasi) pasien, membenarkan diagnosis dan pengobatan serta merekam hasilnya.

Manajemen Informasi Kesehatan

Manajemen Informasi Kesehatan adalah pengelolaan yang memfokuskan kegiatannya pada pelayanan kesehatan dan sumber informasi pelayanan kesehatan dengan menjabarkan sifat alami data, struktur dan menerjemahkannya ke berbagai bentuk informasi demi kemajuan kesehatan dan pelayanan kesehatan perorangan, pasien dan masyarakat. Penanggung jawab manajemen informasi kesehatan berkewajiban untuk mengumpulkan, mengintegrasikan dan menganalisis data pelayanan kesehatan primer dan sekunder, mendesiminasi informasi, menata sumber informasi bagi kepentingan penelitian, pendidikan, perencanaan dan evaluasi pelayanan kesehatan secara komprehensif dan terintegrasi (Konsil Kedokteran Indonesia, 2006, Manual Rekam Medis).

Manajemen Informasi Kesehatan adalah sebuah frase yang digunakan untuk menggambarkan proses pengumpulan dan penggunaan data yang dikumpulkan oleh banyak orang yang berbeda, di tempat yang berbeda, tentang layanan kesehatan yang diberikan kepada pasien secara individu ataupun secara kelompok. Manajemen informasi kesehatan dapat menggambarkan di antara keduanya, yaitu baik merupakan sebuah proses maupun sebuah pilihan karir orang-orang yang bekerja dalam bidang pengelolaan informasi kesehatan yang bekerja tersebar luas di berbagai bidang kesehatan dan bidang lain yang terkait dengan kesehatan.

Manajemen Informasi Kesehatan (MIK) adalah praktek pemeliharaan dan perawatan rekam kesehatan baik dengan cara tradisional (paper-based) maupun dengan elektronik di rumah sakit, klinik dokter, departemen kesehatan, perusahaan asuransi kesehatan, dan fasilitas lain yang memberikan pelayanan dan pemeliharaan catatan kesehatan. Dengan komputerisasi yang besar (kompleks) terhadap catatan kesehatan dan sumber informasi lain, informatika kesehatan dan teknologi informasi kesehatan sedang mengalami peningkatan penggunaannya dalam praktek manajemen informasi di bidang pelayanan kesehatan.
Profesional manajemen informasi kesehatan merencanakan sistem informasi, mengembangkan kebijakan kesehatan, dan mengidentifikasi kebutuhan informasi saat ini dan masa mendatang. Selain itu, mereka dapat menerapkan ilmu informatika untuk pengumpulan, penyimpanan, penggunaan, dan release informasi sesuai dengan kepentingan hukum profesional, etis dan persyaratan administratif untuk penyediaan layanan kesehatan. Mereka bekerja dengan data klinis, data epidemiologi, data demografik, data finansial, data referensi, dan data pelayanan kesehatan dalam bentuk kode.

Manajemen Informasi Kesehatan adalah studi tentang prinsip-prinsip dan praktek yang melibatkan pengorganisasian, tracking, dan pemeliharaan informasi medis secara tradisional ataupun digital untuk menjamin pemberian pelayanan yang berkualitas kepada pasien. Bidang ini memberikan kontribusi yang besar terhadap sistem pelayanan kesehatan dan kepada pasien dengan memelihara sistem informasi pelayanan kesehatan yang terorganisir yang sangat diperlukan dalam pengambilan keputusan medis dan pelayanan perawatan pasien. Rekam kesehatan dapat diambil secara manual maupun dengan melalui komputer. Selain itu, data pasien harus disimpan dan dikelola secara efisien oleh seorang manajer informasi kesehatan atau praktisinya.

sumber:http://www.kristianusrianto.com/
16
Oct
12

7 Kompetensi Perekam Medis

  1. KLASIFIKASI DAN KODEFIKASI PENYAKIT, MASALAH-MASALAH YANG BERKAITAN DENGAN KESEHATAN DAN TINDAKAN MEDIS :
    Perekam medis mampu menetapkan kode penyakit dan tindakan dengan tepat sesuai klasifikasi internasional tentang penyakit dan tindakan medis dalam pelayanan dan manajemen kesehatan.
  2. ASPEK HUKUM DAN ETIKA PROFESI
    Perekam medis mampu melakukan tugas dalam memberikan pelayanan rekam medis dan informasi kesehatan yang bermutu tinggi dengan memperhatikan perundangan dan etika profesi yang berlaku.
  3. MANAJEMEN REKAM MEDIS DAN INFORMASI KESEHATAN
    Perekam medis mampu mengelola rekam medis dan informasi kesehatan untuk memenuhi kebutuhan pelayanan medis, administrasi dan kebutuhan informasi kesehatan sebagai bahan pengambilan keputusan dibidang kesehatan.
  4. MENJAGA MUTU REKAM MEDIS
    Perekam medis mampu mengelola, merencanakan, melaksanakan, mengevaluasi dan menilai mutu rekam medis.
  5. STATISTIK KESEHATAN
    Perekam medis mampu menggunakan statistik kesehatan untuk menghasilkan informasi dan perkiraan yang bermutu tinggi sebagai dasar perncanaan dan pengambilan keputusan di bidang pelayanan kesehatan.
  6. MANAJEMEN UNIT KERJA REKAM MEDIS DAN INFORMASI KESEHATAN
    Perekam medis mampu mengelola sumber daya yang tersedia di unit kerja rekam medis untuk dapat mengikuti kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang informasi kesehatan.
  7. KEMITRAAN PROFESI
    Perekam medis mampu berkolaborasi inter dan intra profesi yang terkait dalam pelayanan kesehatan.

Sumber: Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 377 tahun 2007 tentang Kompetensi Perkam Medis dan Informasi Kesehatan

14
Jun
10

Sosialisasi Program Jaminan Pemeliharaan Kesehatan

Dengan adanya sosialisasi diharapkan masyarakat dapat memahami alur dalam proses klaim jamkesos dan mengetahui tentang manfaatnya jamkesos bagi masyrakat miskin.

Masyarakat yang belum mendapatkan kartu dapat diusulkan melalui kab/Kota masing-masing Kemudian diteruskan ke Bapel Jamkesos untuk dapat diusulkan ke Dinas Kesehatan Propinsi DIY yang kemudian diteruskan Pemerintah Propinsi DIY.

Proses pendataan Keluarga miskin dari Dinas Tenaga Kerja dan Sosial atau instansi yang ditunjuk oleh Kab/Kota masing-masing,Pendataan jamkesos sudah melalui prosedur dan mekanisme yang ada yaitu diharapkan masing-masing kab/kota melakukan uji publik sehingga dengan adanya uji publik tersebut kriteria masyarakat miskin benar-benar mengenai sasaran dan data yang sudah sah dapat di SK-kan oleh bupati/walikota.

Apabila terjadi kesalahan ataupun kekeliruan diharapkan masyarakat dapat sampaikan melalui kelurahan ke kecamatan dan diteruskan kepada pejabat di kabupaten/kotamadya maupun di Propinsi DIY.

Dari sosialisasi tersebut diatas ada beberapa masukan dari masyarakat yaitu :

Bagaimana dengan adanya KK baru,  yang tidak mampu? Syaratnya apa?
Apabila ada KK baru maka yang bersangkutan dapat melaporkan ke RT/dusun setemapt sehingga dapat  diusulkan  ke Kabupaten untuk mendapatkan kartu jamkesos tahun berikutnya, bila dalam keadaan sakit belum punya kartu maka mengajukan surat ke dinas tenaga kerja dan sosialatau ke instansi yang ditunjuk oleh kab/kota untuk diproseskan di tahun berikutnya.

Dalam proses pendataan jangan dan istilah diduka, sehingga masyarakat yang mendapatkan bantuan biaya         kesehatan adalah betul-betul masyarakat yang kurang mampu.

Apakah dalam proses klaim jamkesos pasien bisa mendapatkan jaminan 100%? Karena dalam pelaksanaannya di rumah sakit masih ditarik biaya dari pasien? pada dasarnya pelayanan dijamin tapi harus mengikuti prosedur yang ditetapkan namun dalam memberi pelayanan di rumah sakit ada hal-hal yang diberikan oleh petugas rumah sakit diluar ketentuan sehingga sisanya harus ditanggung oleh keluarga pasien itu sendiri (mis: obat bukan generik dll).

Apakah anggota TNI/POLRI/PNS yang kurang mampu bisa diusulkan untuk mendapatkan kartu jamkesos?
Jawab :Tidak, (karena anggota keluarga yang masuk dalam KK-nya sudah dijamin oleh Askes. tetapi misalkan  yang menjadi  anggota PLORI/TNI/PNS adalah anaknya maka orang tuanya bisa diusulkan apabila dianggap miskin.

Apabila terjadi kekeliruan atau kesalahan pada kartu jamkesos bagaimana proses nya ? jawab : apabila terjadi kesalahan pada kartu jamkesos dimana pasien sedang sakit dan dirawat di rumah sakit maka keluarga pasien dapat memintakan surat Keterangan dari Kelurahan/Desa setempat.

Apakah masyarkat yang mendapatkan kartu dobel bisa dialihkan ke yang lain yang belum mempunyai kartu? Jawab : tidak bisa dialihkan, jika memiliki kartu dobel maka dilaporkan untuk dilakukan penarikan, sehingga tahun berikutnya bisa diusulkan untuk warga yang lain. Jika ada warga yang sakit tapi tidak memiliki kartu maka dapat diusulkan dengan menggunakan Live Saving dengan mengikuti aturan yang ada.

Pada intinya Jamkesos bekerja sama dengan semua rumah sakit pemrintah dan rumah sakit swasta yang ditunjuk ditambah Bidan

Praktek Swasta dan dokter keluarga yang sudah pernah mengikuti pelatihan, apabila di tempat warga masyarakat belum ada bidan praktek swasta dan dokter keluarga maka warga dapat mengusulkan ke Jamkesos yang kemudian akan diteruskan kepada Kepala dinas Kesehatan Propinsi DIY untuk dipelajari lebih lanjut.

By.Al.S(Jamkesos)

http://dinkes.jogjaprov.go.id/index.php/cberita/read/230.html

26
May
10

Rekam Medis

Rekam medis merupakan kumpulan hal-hal penting dari fakta tentang riwayat kesehatan pasien, termasuk data yang dicatat adalah penyakit terdahulu dan sekarang, dan tindakannya yang ditulis oleh profesi kesehatan yang merawat pasien tersebut. Rekam medis harus berisi data yang cukup untuk identifikasi pasien, mendukung diagnosis atau sebab kedatangan pasien ke rumah sakit, melakukan tindakan serta mendokumentasikan hasil tindakan tersebut dengan akurat. Tujuan utama rekam medis adalah untuk mencatat fakta tentang riwayat kesehatan pasien selama berkunjung di rumah sakit; dan untuk pelayanan pasien secara berkesinambungan yang mana akan diperlukan pada saat kunjungan berikutnya.

Penggunaan utama rekam medis adalah untuk :

  • mendokumentasikan penyebab sakit pasien dan tindakannya;
  • komunikasi antara dokter yang merawat dengan profesi kesehatan lainnya dalam melayani pasien;
  • untuk kesinambungan pelayanan kepada pasien;
  • untuk penelitian tentang penyakit khusus serta tindakannya;
  • untuk pengumpulan data statistik kesehatan.

Penggunaan rekam medis secara lengkap menyangkut berbagai aspek meliputi ALFRED AIR (yang dijelaskan dalam satu tulisan tersendiri)

KAPAN PELAYANAN REKAM MEDIS DIMULAI?

Rekam medis dimulai saat pendaftaran pertama pasien, baik sebagai pasien rawat inap maupun sebagai pasien rawat jalan. Proses dimulai dengan mengumpulkan informasi indentifikasi yang dicatat dalam LEMBAR DEPAN (Front Sheet) atau LEMBAR IDENTIFIKASI DAN RINGKASAN atau di Indonesia umumnya disebut LEMBAR RINGKASAN MASUK-KELUAR. Sebutan untuk lembar depan ini memang berbeda-beda.

KOMPONEN REKAM MEDIS

Ketika pasien mendaftar di penerimaan pasien rawat inap (admisi), mereka menjadi PASIEN RAWAT INAP dan pengisian LEMBAR RINGKASAN MASUK-KELUAR merupakan awal dari rekam medis rawat inap.

Pasien rawat inap adalah pasien yang telah mendaftar di rawat inap rumah sakit. Pasien rawat inap umumnya menggunakan tempat tidur (menginap) paling sedikit selama empat jam atau semalam.

Sejak saat masuk, berkas rekam medis pasien akan bertambah tebal sesuai dengan banyaknya formulir/lembaran yang digunakan dalam pelayanan dan tindakan yang diberikan kepada pasien di bangsal. Rekam medis secara fisik akan berupa:

  • berkas/lembar-lembar rekam medis;
  • klip atau penjepit kertas;
  • pembatas antara setiap data pendaftaran dan catatan rawat jalan; dan
  • satu folder rekam medis.

LEMBAR REKAM MEDIS

Rekam medis terdiri atas beberapa lembar formulir, yang semuanya digunakan untuk keperluan khusus. Berkas lembar formulir yang utama pada rekam medis rawat inap terdiri atas:

  • Lembar Ringkasan Masuk-Keluar, yang berisi identifikasi, diagnosa akhir dan tandatangan dokter;
  • Lembar persetujuan tindakan, sering diletakkan setelah Lembar Ringkasan Masuk-Keluar dan harus ditandatangani oleh pasien pada saat mendaftar. Ada dua bagian dari lembar ini, separuh lembar bagian atas adalah persetujuan umum untuk tindakan dan separuh lembar bawah adalah persetujuan pelepasan informasi bagi pihak yang berwenang;
  • Lembar koresponden dan dokumen penting tentang pasien, seperti surat rujukan, permintaan informasi, dll;
  • Ringkasan keluar, jika diperlukan rumah sakit atau pihak berwenang;
  • Catatan admisi, termasuk diagnosis awal (penyebab pasien datang atau dibawa ke rumah sakit), gejala awal, pemeriksaan fisik dan perawatan yang diminta;
  • Catatan kemajuan merupakan catatan harian untuk perawatan pasien dan ditulis oleh dokter serta profesi kesehatan lainnya;
  • Catatan kemajuan perawatan menunjukkan perawatan harian;
  • Laporan operasi digunakan jika dilakukan operasi;
  • Catatan profesi kesehatan lainnya, seperti fisioterapi, pekerja sosial, dll;
  • Laporan patologi termasuk hematologi, histologi, mikrobiologi, dll;
  • Laporan lainnya seperti X-ray, dll;
  • Grafik pengobatan ‚Äď obat harian yang diberikan, dll; dan
  • Observasi perawatan, lembar khusus perawatan untuk observasi kecelakaan di kepala, dll.

Lembar-lembar atau formulir-formulir tersebut harus diurutkan secara khusus dalam rekam medis dan dilakukan setelah pasien keluar, baik kondisinya sembuh atau meninggal. Berikut penting diperhatikan perihal pengurutan lembar-lembar rekam medis.

  • Manajemen rumah sakit atau Panitia Rekam Medis (jika ada) harus menentukan urutan lembar-lembar yang harus masuk di rekam medis. Daftar tersebut harus dicetak dan diberikan kepada petugas rekam medis yang memerlukannya. Ini akan memudahkan bagi petugas asembling untuk memilah atau mengurutkan lembar-lembar tersebut.
  • Urutan lembaran rekam medis sebaiknya sesuai dengan kebutuhan, seperti telah disebutkan di atas, ¬†BUKAN urutan yang digunakan di bangsal. Setelah pasien keluar, lembar-lembar rekam medis dari bangsal tersebut harus diurutkan dan setelah itu dikembalikan ke Unit Rekam Medis.
  • Pekerjaan ini ada yang menjadi tanggungjawab staf bangsal untuk menyortir lembar-lembar rekam medis dengan urutan yang benar sebelum dikembalikan ke Unit Rekam Medis. Apabila sudah sampai di Unit Rekam Medis tetapi rekam medis masih belum sesuai urutannya, maka petugas rekam medis-lah yang bertanggungjawab mengurutkannya sesuai urutan yang benar.

TANGGUNGJAWAB TERHADAP REKAM MEDIS

Fungsi utama instansi kesehatan, baik itu rumah sakit, puskesmas maupun klinik, adalah untuk menyediakan pelayanan kesehatan yang bermutu bagi semua pasien, baik rawat inap, rawat jalan maupun rawat gawat darurat. Manajemen rumah sakit secara hukum bertanggungjawab atas kualitas pelayanan kesehatan yang diberikan kepada pasien dan menjamin bahwa pelayanan yang diberikan didokumentasikan secara benar dalam rekam medis pasien. Keakuratan dan kelengkapan dokumentasi ini merupakan tanggungjawab semua yang mencatat data (dokter, perawat dan profesi kesehatan lainnya).

Kepala Unit Rekam Medis bertanggungjawab atas fungsi unit tersebut dan menjaga agar rekam medis selalu ada ketika diperlukan saat melayani pasien dan bertanggungjawab atas :

  • Semua formulir yang berhubungan dengan pelayanan yang diberikan kepada pasien tertentu benar-benar lengkap ada di dalam rekam medis pasien yang bersangkutan;
  • Rekam medis telah diisi dengan lengkap oleh dokter;
  • Pengkodean penyakit dan operasi sudah dilakukan dengan benar; dan
  • Semua informasi untuk statistik sudah akurat dan siap diperlukan saat dibutuhkan oleh manajemen rumah sakit, atau pihak-pihak lain yang berwenang.

MEDIKO-LEGAL

Rekam medis menjadi dokumen hukum yang penting, oleh karenanya rekam medis harus terisi lengkap, akurat dan tersedia saat diperlukan.

Kesadaran para pelaksana rekam medis juga penting dalam hal menjaga kerahasiaan dan hak-hak privasi pasien. Sebagai pelaksana, mereka bertanggungjawab bahwa ORANG-ORANG YANG TIDAK BERWENANG tidak dapat mengakses informasi rekam medis tanpa ijin tertulis dari pasien.

Berkas rekam medis secara fisik adalah milik rumah sakit dan informasi di dalamnya adalah MILIK PASIEN yang tidak bisa disebarkan tanpa ijin dari pasien. Pengecualian untuk aturan ini adalah penggunaan informasi :

  • oleh dokter dan profesi kesehatan lainnya untuk merawat pasien;
  • untuk penelitian kesehatan dimana data identitas diri pasien TIDAK diambil;
  • untuk penghitungan data statistik kesehatan, asalkan identitias diri pasien tidak digunakan.

Sumber : Manual Medical Record (WHO, 2002)

http://rawimiharti.blog.ugm.ac.id




Blog Saya

Salam

Selamat Datang

Calender

November 2017
M T W T F S S
« Feb    
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  

Jam*Suhu*Cuaca

Statistik

Afiliasi

CO.CC:Free Domain

Join 4Shared Now!

Enter a long URL to make tiny:

Ayat Al-Qur’an

Jadwal Adzan

Asmaul Husna

Asmaul Husna