Archive for the '09_Kesehatan' Category

24
Jun
10

Diabetes, si Penyakit Gula Madu

Jumlah pengidap diabetes di Indonesia menurut data WHO pada tahun 2009 mencapai 8 juta jiwa dan diprediksi akan meningkat menjadi lebih dari 21 juta jiwa pada tahun 2025. Itu yang membuat Indonesia menempati peringkat empat negara dengan jumlah penderita diabetes terbanyak di dunia. Survey terhadap pengidap diabetes di Jakarta menunjukkan bahwa 1 dari 8 orang mengidap diabetes. Baik pria maupun wanita, tua maupun muda, tinggal di kota maupun desa, memiliki risiko diabetes yang sama. Apa itu diabetes? Bagaimana gejala diabetes? Apa bahaya diabetes sehingga sering dijuluki “Sillent Killer” atau “Pembunuh yang Senyap”? Dapatkah diabetes disembuhkan?

Diabetes Mellitus

Nama lengkap diabetes adalah diabetes mellitus yang berarti “gula madu”. Istilah “diabetes melitus” berasal dari Bahasa Yunani yang jika diterjemahkan berarti “mengalirkan melalui pipa dengan tekanan atmosfer” dan dari Bahasa Latin yang dapat diterjemahkan menjadi “semanis madu”.

Pengertian dari Bahasa Yunani dan Latin menggambarkan diabetes dengan tepat. Karena air melewati tubuh penderita diabetes seolah-olah dialirkan dari mulut lewat saluran kemih dan langsung keluar dari tubuh. Air seni diabetisi (pengidap diabetes) rasanya manis karena mengandung gula. Dulu, salah satu tes untuk diabetes ialah dengan menuangkan air seni sang pasien ke dekat sarang semut. Jika serangga itu mengerumuni air seni, hal ini menunjukkan adanya gula. Itu sebabnya diabetes sering disebut sebagai penyakit kencing manis.

Apa itu Diabetes?

Setiap makanan yang kita santap akan diubah menjadi energi oleh tubuh. Dalam lambung dan usus, makanan diuraikan menjadi beberapa elemen dasarnya, termasuk salah satu jenis gula, yaitu glukosa. Jika terdapat gula, maka pankreas menghasilkan insulin, yang membantu mengalirkan gula ke dalam sel-sel tubuh. Kemudian, gula tersebut dapat diserap dengan baik dalam tubuh dan dibakar untuk menghasilkan energi.

Ketika seseorang menderita diabetes maka pankreas orang tersebut tidak dapat menghasilkan cukup insulin untuk menyerap gula yang diperoleh dari makanan. Itu yang menyebabkan kadar gula dalam darah menjadi tinggi akibat timbunan gula dari makanan yang tidak dapat diserap dengan baik dan dibakar menjadi energi. Penyebab lain adalah insulin yang cacat atau tubuh tidak dapat memanfaatkan insulin dengan baik.

Insulin adalah hormon yang dihasilkan pankreas, sebuah organ di samping lambung. Hormon ini melekatkan dirinya pada reseptor-reseptor yang ada pada dinding sel. Insulin bertugas untuk membuka reseptor pada dinding sel agar glukosa memasuki sel. Lalu sel-sel tersebut mengubah glukosa menjadi energi yang diperlukan tubuh untuk melakukan aktivitas. Dengan kata lain, insulin membantu menyalurkan gula ke dalam sel agar diubah menjadi energi. Jika jumlah insulin tidak cukup, maka terjadi penimbunan gula dalam darah sehingga menyebabkan diabetes.

Penyebab penyakit kencing manis atau diabetes tergantung pada jenis diabetes yang diderita. Ada 2 jenis diabetes yang umum terjadi dan diderita banyak orang yaitu diabetes tipe 1 dan diabetes tipe 2. Perbedaannya adalah jika diabetes tipe 1 karena masalah fungsi organ pankreas tidak dapat menghasilkan insulin, sedangkan diabetes tipe 2 karena masalah jumlah insulin yang kurang bukan karena pankreas tidak bisa berfungsi baik.

Diabetes Tipe 1

Penyakit diabetes tipe 1 sering disebut Insulin Dependent Diabetes Mellitus atau Diabetes Mellitus yang Bergantung pada Insulin. Jadi diabetes tipe 1 berkaitan dengan ketidaksanggupan pankreas untuk membuat insulin. Jadi diabetes tipe ini berkaitan dengan kerusakan atau gangguan fungsi pankreas menghasilkan insulin.

Penderita penyakit diabetes tipe 1 sebagian besar terjadi pada orang di bawah umur 30 tahun. Itu sebabnya penyakit ini sering dijuluki diabetes anak-anak karena penderitanya lebih banyak terjadi pada anak-anak dan remaja. Pada diabetes tipe 1, pankreas tidak dapat menghasilkan cukup insulin akibat kelainan sistem imun tubuh yang menghancurkan sel yang menghasilkan insulin atau karena infeksi virus sehingga hormon insulin dalam tubuh berkurang dan mengakibatkan timbunan gula pada aliran darah.

Penyebab Diabetes Tipe 1

Pada diabetes tipe 1, pankreas tidak dapat menghasilkan cukup insulin. Karena kekurangan insulin menyebabkan glukosa tetap ada di dalam aliran darah dan tidak dapat digunakan sebagai energi. Beberapa penyebab pankreas tidak dapat menghasilkan cukup insulin pada penderita diabetes tipe 1, antara lain karena:

  • Faktor keturunan atau genetika. Jika salah satu atau kedua orang tua menderita diabetes, maka anak akan berisiko terkena diabetes.
  • Autoimunitas yaitu tubuh alergi terhadap salah satu jaringan atau jenis selnya sendiri—dalam hal ini, yang ada dalam pankreas. Tubuh kehilangan kemampuan untuk membentuk insulin karena sistem kekebalan tubuh menghancurkan sel-sel yang memproduksi insulin.
  • Virus atau zat kimia yang menyebabkan kerusakan pada pulau sel (kelompok-kelompok sel) dalam pankreas tempat insulin dibuat. Semakin banyak pulau sel yang rusak, semakin besar kemungkinan seseorang menderita diabetes.
Perawatan Diabetes Tipe 1

Karena pankreas kesulitan menghasilkan insulin, maka insulin harus ditambahkan setiap hari. Umumnya dengan cara suntikan insulin. Apakah bisa dengan perawatan secara oral? Tidak bisa, karena insulin dapat hancur dalam lambung bila dimasukkan lewat mulut.

Cara lain adalah dengan memperbaiki fungsi kerja pankreas. Jika pankreas bisa kembali berfungsi dengan normal, maka pankreas bisa memenuhi kebutuhan insulin yang dibutuhkan tubuh.

Diabetes Tipe 2

Penyakit diabetes tipe 2 sering juga disebut Non-Insulin Dependent Diabetes Mellitus atau Diabetes Mellitus Tanpa Bergantung pada Insulin. Berbeda dengan diabetest tipe 1, pada tipe 2 masalahnya bukan karena pankreas tidak membuat insulin tetapi karena insulin yang dibuat tidak cukup. Kebanyakan dari insulin yang diproduksi dihisap oleh sel-sel lemak akibat gaya hidup dan pola makan yang tidak baik. Sedangkan pankreas tidak dapat membuat cukup insulin untuk mengatasi kekurangan insulin sehingga kadar gula dalam darah akan naik.

Diabetes tipe 2 merupakan jenis diabetes yang sebagian besar diderita. Sekitar 90% hingga 95% penderita diabetes menderita diabetes tipe 2. Jenis diabetes ini paling sering diderita oleh orang dewasa yang berusia lebih dari 30 tahun dan cenderung semakin parah secara bertahap.

Penyebab Diabetes Tipe 2

Penyebab diabetes tipe 2 karena insulin yang dihasilkan oleh pankreas tidak mencukupi untuk mengikat gula yang ada dalam darah akibat pola makan atau gaya hidup yang tidak sehat. Beberapa penyebab utama diabetes tipe 2 dapat diringkaskan sebagai berikut:

  • Faktor keturunan, apabila orang tua atau adanya saudara sekandung yang mengalaminya.
  • Pola makan atau gaya hidup yang tidak sehat. Banyaknya gerai makanan cepat saji (fast food) yang menyajikan makanan berlemak dan tidak sehat.
  • Kadar kolesterol yang tinggi.
  • Jarang berolahraga.
  • Obesitas atau kelebihan berat badan.

Semua penyebab diabetes tipe 2 umumnya karena gaya hidup yang tidak sehat. Hal ini membuat metabolisme dalam tubuh yang tidak sempurna sehingga membuat insulin dalam tubuh tidak dapat berfungsi dengan baik. Hormon insulin dapat diserap oleh lemak yang ada dalam tubuh. Sehingga pola makan dan haya hidup yang tidak sehat bisa membuat tubuh kekurangan insulin.

Perawatan Diabetes Tipe 2

Perawatan diabetes tipe 2 adalah dengan memaksa fungsi kerja pankreas sehingga dapat menghasilkan insulin lebih banyak. Jika pankreas bisa menghasilkan insulin yang dibutuhkan tubuh, maka kadar gula dalam darah akan menurun karena dapat diubah menjadi energi. Dalam banyak kasus, dapat diobati dengan minum pil, paling tidak pada awalnya, untuk merangsang pankreas agar menghasilkan lebih banyak insulin. Pil itu sendiri bukan insulin.

Namun pankreas bisa lelah menghasilkan insulin jika terus menerus dipaksa. Cara terbaik untuk mengatasi diabetes tipe 2 adalah dengan diet yang baik untuk mengurangi berat badan dan kadar gula, disertai dengan gerak badan yang sesuai.

Gejala Diabetes

Karena kekurangan insulin dan memiliki kadar gula yang tinggi dalam darah, maka beberapa gejala yang umum bagi penderita diabetes baik tipe 1 maupun tipe 2. Apabila Anda mengalami beberapa gejala tersebut, ada baiknya Anda melakukan pengecekan untuk mengetahui kadar gula darah. Secara umum, beberapa gejala yang terjadi antara lain:

  • Sering buang air kecil
  • Sering merasa sangat haus
  • Sering lapar karena tidak mendapat cukup energi sehingga tubuh memberi sinyal lapar
  • Penurunan berat badan secara tiba-tiba meski tidak ada usaha menurunkan berat badan. Hal ini karena sewaktu tubuh tidak dapat menyalurkan gula ke dalam sel-selnya, tubuh membakar lemak dan proteinnya sendiri untuk mendapatkan energi.
  • Sering kesemutan pada kaki atau tangan.
  • Mengalami masalah pada kulit seperti gatal atau borok.
  • Jika mengalami luka, butuh waktu lama untuk dapat sembuh.
  • Perubahan perilaku seperti mudah tersinggung. Penyebabnya karena penderita diabetes tipe 1 sering terbangun pada malam hari untuk buang air kecil sehingga tidak dapat tidur nyenyak.
  • Mudah merasa lelah.

Apakah Anda Terkena Diabetes?

Meski gejala-gejala tadi bisa menunjukkan seseorang menderita diabetes, namun cara terbaik untuk memastikan apakah Anda mengidap diabetes atau tidak adalah dengan melakukan pengecekan. Apa saja yang bisa dilakukan untuk mengetahui apakah Anda menderita diabetes? Berikut ini beberapa alternatif yang bisa Anda lakukan baik secara pribadi atau tes di klinik.

Berapa kadar gula yang normal? Kadar gula setelah puasa:
Normal: di bawah 100 mg/dl
Pradiabetes: 100 – 126 mg/dl
Diabetes: di atas 126 mg/dl

Kadar gula 2 jam setelah makan:
Normal: di bawah 140 mg/dl
Pradiabetes: 140 – 200 mg/dl
Diabetes: di atas 200 mg/dl

Tes darah

Biasa dilakukan di laboratorium, yang dites adalah darah saat puasa dan postprandial. Sebelum melakukan tes, Anda harus berpuasa selama 12 jam. Kadar gula yang normal selama berpuasa adalah di bawah 100 mg/dl. Setelah itu, pengambilan darah akan dilakukan kembali 2 jam setelah makan, bila hasilnya diatas 140 mg/dl dapat berarti Anda menderita diabetes.

Tes Urine

Urine atau air kencing diperiksa kadar albumin, gula dan mikroalbuminurea untuk mengetahu apakah seseorang menderita penyakit ini atau tidak. Tes ini juga dilakukan di laboratorium atau klinik.

Glukometer

Tes ini dapat dilakukan sendiri di rumah bila memiliki alatnya. Caranya adalah dengan menusukkan jarum pada jari untuk mengambil sampel darah. Kemudian sampel darah diletakkan ke dalam celah yang tersedia pada mesin glukometer. Hasilnya tidak terlalu akurat, tetapi dapat digunakan untuk memantau gula bagi penderita agar apabila ada indikasi gula tinggi dapat segera melakukan pengecekan di laboratorium dan menghubungi dokter. Alat glukometer terkini sudah dirancang begitu mudah digunakan dan tidak menimbulkan rasa sakit saat mengambil sampel darah.

Bahaya Diabetes

Berikut ini beberapa bahaya serius yang diakibatkan diabetes.

  • Komplikasi Jangka Panjang

    Diabetes dapat menyebabkan komplikasi jangka panjang seperti serangan jantung, stroke, kebutaan akibat glukoma, penyakit ginjal, dan luka yang tidak dapat sembuh hingga infeksi sehingga harus diamputasi. Bahkan taraf yang paling mengerikan adalah kematian. Komplikasi-komplikasi ini disebabkan oleh kerusakan pembuluh darah, kerusakan saraf, dan ketidaksanggupan tubuh melawan infeksi. Namun, tidak semua penderita diabetes mengalami masalah-masalah jangka panjang ini.

  • Hipoglikemia

    Walaupun tidak baik bila kadar gula tinggi, tetapi seorang penderita diabetes mellitus atau kencing manis ini dapat pula secara tiba-tiba mengalami gula darah yang sangat rendah di bawah ambang normal yang disebut hipoglikemia. Ini juga sangat berbahaya karena dapat membuat penderitanya gemetar, berkeringat, lelah, lapar, gampang tersinggung, atau bingung atau detak jantung cepat sekali, pandangan kabur, nyeri kepala, tubuh kebas, atau kesemutan di sekitar mulut dan bibir. Bahkan bisa kejang-kejang atau pingsan. Sering kali, menu makanan yang tepat dan waktu makan yang teratur dapat mencegah timbulnya problem-problem itu. Mengkonsumsi glukosa, misalnya sari buah atau tablet glukosa, dapat menaikkan kembali kadar gula darah ke tingkat yang lebih aman hingga makanan lain dapat dikonsumsi.

  • Ketoasidosis

    Jika glukosa tidak dapat diolah dengan baik oleh tubuh, maka lemak dan protein dalam tubuh dimanfaatkan oleh tubuh untuk dijadikan energi. Namun saat tubuh membakar lemak, terbentuklah sisa pembakaran yang disebut keton. Keton menumpuk dalam darah dan mengalir ke dalam air seni. Karena keton ini lebih asam daripada jaringan tubuh yang sehat, kadar keton yang tinggi dalam darah dapat menyebabkan terjadinya kondisi serius yang disebut ketoasidosis. Gejala awal dari ketoasidosis diabetikum adalah rasa haus dan sering kencing, mual, muntah, lelah dan nyeri perut (terutama pada anak-anak). Pernafasan menjadi dalam dan cepat karena tubuh berusaha untuk memperbaiki keasaman darah. Bau nafas penderita tercium seperti bau aseton. Ketoasidosis diabetikum bisa berkembang menjadi koma, kadang dalam waktu hanya beberapa jam.

Cegah dan Kendalikan Diabetes

Mengingat bahaya dan komplikasi yang dapat disebabkan penyakit diabetes, maka menghindari atau mengendalikan kadar gula yang tinggi adalah cara terbaik. Bagaimana caranya?

  • Menurunkan berat badan. Lemak dalam tubuh dapat menyerap insulin.
  • Hindari makanan berlemak, diawetkan atau goreng-gorengan. Sebaliknya, pilih makanan yang berserat tinggi dan glukosa kompleks.
  • Kurangi makanan manis atau yang berkalori tinggi yang mengandung banyak glukosa.
  • Minum banyak air.
  • Berolahraga secara teratur.
  • Hindari stres.
  • Hindari alkohol atau softdrink.
  • Hindari merokok. Penderita diabetes yang merokok bahkan lebih berisiko, karena kebiasaan mereka merusak jantung serta sistem sirkulasi, dan mempersempit pembuluh darah. Sebuah referensi menyatakan bahwa 95 persen amputasi yang berkaitan dengan diabetes dilakukan pada para perokok.
  • Minum obat yang dianjurkan dokter untuk menurunkan kadar gula.
  • Bagi penderita diabetes tipe 1, pemberian insulin secara teratur perlu diberikan melalui terapi insulin.

Obat penyembuh diabetes memang tidak ada, tetapi dengan mengendalikan gula dalam darah, seseorang dapat terhindar dari bahaya penyakit ini. Mengubah pola makan dan gaya hidup menjadi lebih baik dan lebih sehat harus dijalankan. Orang-orang yang menduga bahwa dirinya menderita diabetes hendaknya memeriksakan diri ke dokter yang telah berpengalaman dalam pencegahan dan penanganan penyakit diabetes.

http://m.kumpulan.info/content-271.php

Advertisements
14
Jun
10

Saatnya Melindungi Perempuan dari Bahaya Rokok

Konsumsi rokok dan tembakau merupakan salah satu faktor risiko utama terjadinya  penyakit tidak menular seperti kardiovaskuler, stroke, penyakit paru obstruktif kronik, kanker paru, kanker mulut, dan kelainan kehamilan. Penyakit-penyakit tersebut, saat ini merupakan penyebab kematian utama di dunia, termasuk di Indonesia. Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO) rokok adalah pembunuh yang akrab di tengah-tengah masyarakat. Setiap  detik, satu orang meninggal akibat merokok. Rokok, juga membunuh separuh dari masa hidup perokok, dan separuh perokok mati pada usia 35 sampai dengan 69 tahun. Untuk menggugah perhatian masyarakat dunia terhadap bahaya rokok, sejak tahun 1988 diselenggarakan peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia  (HTTS).  Pada peringatan HTTS 2010 ditetapkan tema ” Gender and Tobacco with an Emphasis on Marketing to Women ”.  Tema ini berkaitan dengan upaya global dalam mengendalikan jumlah perokok terutama kelompok berisiko yaitu anak-anak dan wanita dari bahaya asap rokok. Sedangkan di Indonesia, temanya adalah “Gender dan Rokok dengan penekanan pemasaran pada perempuan”. Selain tema, juga ditetapkan slogan “ Saatnya kita lindungi anak dan perempuan dari bahaya rokok”.

Guna menyiapkan penyelenggaraan kegiatan-kegiatan dalam rangkaian peringatan HTTS  2010,  Menkes dr. Endang Rahayu Sedyaningsih, MPH, Dr. PH, telah membentuk  Panitia penyelenggara peringatan dengan empat bidang pelaksana yaitu bidang penggerakan masyarakat, bidang media dan informasi, bidang lomba dan bidang acara puncak. Panitia terdiri dari unsur Kementerian Kesehatan, Lintas Sektor, Swasta, LSM Peduli Masalah Rokok, Organisasi Kemasyarakatan, organisasi profesi dan organisasi internasional.

Data epidemi di dunia menunjukkan,  tembakau membunuh lebih lima juta orang setiap tahunnya. Jika hal ini terus berlanjut, diproyeksikan pada tahun 2020 terjadi 10 juta kematian, dengan 70% kematian di negara sedang berkembang.

Global Youth Tobacco Survey (GYTS) Indonesia tahun 2006 melaporkan,  64,2% anak sekolah yang disurvei terpapar asap rokok selama mereka di rumah. Sebanyak (37,3%) pelajar  merokok, dan 3 diantara 10 perlajar pertama kali merokok sebelum berumur 10 tahun (30,9%).

Tingginya populasi dan konsumsi rokok, menempatkan Indonesia urutan ktiga konsumen tembakau/rokok di dunia setelah China dan India dengan konsumsi 220 milyar batang per tahun 2005.

Asap rokok/tembakau mengandung lebih dari 4.000 senyawa kimia, 43 diantaranya bersifat karsinogen. Tidak ada kadar paparan minimal dalam  asap rokok/tembakau yang “aman”. Separuh lebih (57 %) rumah tangga di Indonesia mempunyai sedikitnya satu perokok, dan hampir semua perokok (91,8 %) merokok di rumah. Seseorang bukan perokok yang menikah dengan perokok mempunyai risiko kanker paru sebesar 20 sampai 30 %, dan mempunyai risiko terkena penyakit jantung.

Asap rokok yang dihisap ke dalam paru-paru oleh perokoknya disebut asap rokok utama (main stream smoke), sedang asap yang berasal dari ujung rokok yang terbakar disebut asap rokok sampingan (side stream smoke) yang 3 kali lebih berbahaya dari asap rokok utama yang dihisap oleh perokok.

Pengendalian  tembakau/ rokok merupakan tanggung jawab seluruh komponen bangsa, baik individu, masyarakat, parlemen, maupun pemerintah, untuk melindungi generasi sekarang maupun yang akan datang. Kawasan tanpa rokok perlu dikembangkan untuk mempersempit area bagi perokok, pengembangan dan penetapannya perlu diwujudkan secara bersama-sama. Komitmen bersama dari lintas sektor dan berbagai elemen akan sangat berpengaruh terhadap keberhasilan dalam penetapan Kawasan Tanpa Rokok tersebut.

Dalam UU No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dinyatakan, tembakau dan produk tembakau merupakan zat adiktif. Hal ini tercantum dalam pasal 113 yang mengatur  pengamanan penggunaan bahan yang mengandung zat adiktif. Pada ayat (2) berbunyi: “zat adiktif sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi tembakau, produk yang mengandung tembakau, padat, cairan, dan gas yang bersifat adiktif yang penggunaannya dapat menimbulkan kerugian bagi dirinya dan/ atau masyarakat sekelilingnya”.

Pada pasal 114, setiap orang yang memproduksi atau memasukkan rokok ke wilayah Indonesia wajib mencantumkan peringatan kesehatan. Pasal 115  ayat (2), Pemerintah Daerah wajib menetapkan kawasan tanpa rokok di wilayahnya.

Guna melaksanakan amanah UU dimaksud maka disusun Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang Pengamanan Produk Tembakau sebagai Zat Adiktif bagi Kesehatan.

Berbagai upaya pengendalian tembakau telah dilakukan, baik oleh pemerintah maupun masyarakat. Salah satunya adalah penerapan kawasan tanpa asap rokok. Sampai saat ini sebanyak 18 Kabupaten/kota memiliki kebijakan dalam KTR berupa Peraturan Daerah (Perda), Peraturan Gubernur (Pergub)/Peraturan Walikota (Perwali)/Peraturan Bupati (Perbup)/SK/SE/Instruksi. Sedangkan kabupaten/kota yang sudah mempunyai Perda adalah Palembang, DKI Jakarta, Bogor, Surabaya, Padang Panjang. Sedangkan provinsi yang telah mensosialisasikan dan merencanakan KTR adalah Sumsel, Sumbar, Bali, Kalbar, DKI Jakarta, Jabar, Jateng, Jatim, DI Yogyakarta, Sulsel, NTB dan NTT.

Salah satu daerah yang dinilai  berhasil menerapkan secara konsekuen dan konsisten kawasan tanpa asap rokok (KTR) adalah kota Padang Panjang, dimana KTR di terapkan di 7 tempat yaitu sekolah, tempat ibadah, sarana kesehatan, tempat kerja, angkutan umum, tempat rekreasi dan tempat kegiatan proses belajar mengajar.

Di samping itu,  Padang Panjang juga telah menerapkan pelarangan iklan, promosi maupun sponsorship perusahaan rokok di dalam kota. Keberhasilan Kota Padang Panjang ini patut dijadikan contoh untuk daerah-daerah lainnnya. Karena itu,  puncak peringatan HTTS  31 Mei 2010 diadakan di kota ini dan akan dihadiri  Menteri Kesehatan dan Perwakilan WHO untuk Indonesia. Pada kesempatan itu juga akan diserahkan penghargaan WHO kepada Walikota Padang Panjang atas prestasinya menerapkan KTR diberbagai tatanan masyarakat.

Selain acara puncak, peringatan HTTS juga akan diisi berbagai kegiatan yaitu penyelenggaraan seminar, Forum Anak Bebas Tembakau, Jumpa Pers, Lomba foto dan penulisan artikel, Aksi Simpatik di bundaran Hotel Indonesia dengan membagikan PIN, selebaran, striker dan lain-lain.

http://depkes.go.id/index.php/berita/press-release/1090-saatnya-melindungi-perempuan-dari-bahaya-rokok.html

26
May
10

Wanita Menyusui Memiliki Resiko Sakit Jantung Rendah

Wanita yang menyusui bayinya memiliki risiko yang lebih rendah mengalami serangan jantung, penyakit jantung atau stroke.

Demikian diungkap suatu penelitian. Para peneliti asal Amerika Serikat menemukan, wanita yang menyusui lebih dari satu tahun, berisiko 10% lebih rendah terhadap penyakit tersebut dibandingkan yang tidak menyusui.

Hasil riset yang dilaporkan dalam jurnal Obstetrics and Gynaecology juga menyebutkan, menyusui hanya sekitar satu bulan dapat menekan risiko diabetes, tekanan darah tinggi dan kolesterol tinggi. Semakin lama seorang ibu menyusui anaknya, maka akan semakin baik untuk keduanya.

Penelitian membuktikan, menyusui mengurangi risiko kanker ovarium dan payudara serta osteoporosis pada masa yang akan datang. Kemudian, daftar keuntungan bagi bayi yang disusui juga sangat banyak. Air susu ibu (ASI) dapat mencegah anak dari obesitas, diabetes, asma dan infeksi pada telinga, perut dan dada.

Penelitian terbaru di Amerika Serikat itu dilakukan di University of Pittsburgh yang difokuskan pada sekitar 140.000 wanita post-menopause. Menyusui lebih dari satu tahun akan memangkas risiko tekanan darah tinggi hingga 12%, diabetes dan kolesterol tinggi hingga 20%. Peneliti Dr Eleanor Bimla Schwarz mengatakan, pihaknya telah lama mengetahui menyusui penting untuk kesehatan bayi. “Kini kami mengetahui hal itu juga sangat penting untuk kesehatan para ibu,” ujarnya.

Dia mengatakan, menyusui merupakan langkah penting bagi tubuh wanita untuk mengembalikan kondisi kesehatan setelah hamil dan persalinan “Ketika proses ini terganggu, maka wanita akan cenderung lebih berisiko mengalami berbagai masalah kesehatan termasuk serangan jantung dan stroke. Semakin lama ibu menyusui bayinya, maka semakin baik untuk keduanya,” terang Scwarz.

http://www.muslimdaily.net/wanita/3490/wanita-menyusui-memiliki-resiko-sakit-jantung-rendah

19
May
10

Anus Gatal Jangan Digaruk

Bila anus atau lubang pantat terasa gatal rasanya ingin menggaruknya terus. Tapi jangan lakukan itu, karena menggaruk anus bisa membuatnya makin parah dan infeksi. Apa saja yang bisa dilakukan untuk mengatasi gatal anus?

Gatal anus merupakan iritasi kulit yang terjadi pada ‘pintu keluar’ dubur atau dikenal sebagai anus, dan disertai dengan keinginan untuk menggaruk.

Gatal anus menyababkan kulit sekitar anus memerah, peradangan, rasa terbakar, nyeri, berdarah, dan akan terjadi infeksi bila terus digaruk.

Seperti dilansir dari MedicineNet, Rabu (19/5/2010), berikut adalah penyebab dari gatal anus:

  1. Iritasi bahan kimia dalam makanan, seperti yang ditemukan dalam rempah-rempah, saus panas dan paprika.
  2. Iritasi dari air yang kontinu di anus yang disebabkan oleh sering mengalami kotoran cair, diare atau sering buang air besar dalam jumlah kecil (inkontinensia tinja).
  3. Alergi pelembab atau bahan pembersih meningkatkan kemungkinan infeksi pada anus, seperti ragi, terutama pada pasien dengan diabetes mellitus atau HIV.
  4. Pengobatan dengan antibiotik yang dapat menyebabkan infeksi jamur dan iritasi pada anus
  5. Psoriasis (penyakit kulit yang mengalami proses pergantian kulit terlalu cepat)
  6. Saluran abnormal (fistula) dari usus kecil atau usus besar pada kulit di sekitar anus dapat terbentuk sebagai akibat dari penyakit, seperti penyakit Crohn, dan fistula ini memberikan cairan yang mengiritasi daerah dubur
  7. Cacing pita dan kremi
  8. Wasir
  9. ‘Air mata’ dari kulit dubur (fissures)
  10. Pertumbuhan kulit dubur yang tidak normal

Rasa gatal pada anus biasanya akan semakin parah pada saat Anda buang air besar atau pada malam hari. Dan ini lebih sering terjadi pada orang dengan obesitas, berkeringat banyak dan memakai pakaian yang ketat. Tapi hindarilah menggaruknya, selain memperparah peradangan, hal itu juga dapat menyebabkan infeksi.

Berikut cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi rasa gatal pada anus:

  1. Hilangkan keinginan untuk menggaruk dan jangan biarkan kuku dalam keadaan panjang.
  2. Kenakan sarung tangan berbahan katun di malam hari, untuk menghindari Anda menggaruk tanpa sadar.
  3. Bersihkan dan keringkan anus secara menyeluruh dan hindari meninggalkan sabun di daerah dubur.
  4. Setelah buang air besar, gunakan kertas basah seperti tisu bayi, tisu pembersih dubur atau tisu basah untuk membersihkan dubur. Kertas basah ini lebih baik ketimbang tisu toilet.
  5. Bila Anda mengalami inkontinensia tinja, mungkin perlu untuk membersihkan dubur dengan bantalan basah.
  6. Gunakan obat untuk mengobati gatal seperti obat wasir yang berbentuk salep, krim, gel, busa, dan bantalan.
  7. Hindari pengenakan pakaian ketat. Kenakan pakaian yang longgar dengan berbahan katun, dan ganti pakaian dalam setiap hari atau sesering mungkin.
  8. Hindari makanan yang dapat memicu rasa gatal di anus, juga hentikan penggunakan produk yang dapat menimbulkan alergi.

http://health.detik.com/

19
May
10

Bahaya Ponsel bagi Kesehatan

TELEPON seluler (ponsel) merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari gaya hidup modern. Anda mungkin juga selalu merasakan, kemana pun rasanya tidak lengkap tanpa ponsel. Bahkan banyak orang yang kelabakan  jika lupa membawa ponsel ke kantor.

Di satu sisi, ponsel memang sangat penting dalam mempermudah proses komunikasi. Tetapi, beberapa penelitian telah menunjukkan dampak negatif ponsel terhadap kesehatan.

Berikut beberapa diantaranya:

Mengurangi jumlah sperma

Sebuah penelitian yang dilakukan para ilmuwan di Cleveland, Mumbai dan New Orleans menemukan, semakin banyak waktu yang Anda habiskan dengan ponsel setiap harinya maka jumlah sperma akan semakin menurun.

Para peneliti memeriksa tingkat kesuburan dari 364 laki-laki. Partisipan ini dibagi menjadi 3 kelompok berdasarkan jumlah sperma. Kelompok pertama dengan jumlah sperma berada dalam rentangan normal, kelompok kedua mereka yang menggunakan ponsel lebih dari 4 jam sehari dengan produksi sperma rata-rata 66 juta per milimeter, dan kelompok ke-3 mereka yang tidak menggunakan ponsel sama sekali.

Studi yang dipresentasikan dalam annual convention of the American Society for Reproductive Medicine ini menemukan, Pengguna telepon seluler hanya mempunyai sperma “dengan bentuk normal” sebanyak 21%. Partisipan yang tidak menggunakan telepon seluler mempunyai jumlah sperma dengan bentuk normal yang jauh lebih banyak.

Memicu terjadinya tumor

Berdasarka studi-studi yang telah dilakukan, tumor cenderung terjadi di bagian kepala dimana pengguna biasanya memegang telepon seluler. Penelitian mengenai ini telah dilakukan di 13 negara termasuk Kanada, Israel, dan beberapa negara lain di Eropa. Penelitian mengaitkan hubungan anatara telepon seluler dengan beberapa jenis tumor seperti  glioma, kanker paratiroid, kanker kelenjar saliva di dekat telinga, dan akustik neuroma, jenis tumor yang terjadi dimana telinga bertemu dengan otak.

Berdasarakan temuan studi di Israel yang dipublikasikan di The American Journal of Epidemiology, pengguna berat telepon seluler mempunyai risiko 58% lebih besar mengalami tumor kelenjar paratiroid dibandingkan mereka yang tidak terlalu sering menggunakan telepon seluler. Selain itu, sebuah analisis di Swedia terhadap 16 studi yang dipublikasikan di the journal Occupational and Environmental Medicine menunjukkan, para pengguna berat telepon seluler akan mempunyai risiko ganda alami akustik neuroma dan glioma setelah 10 tahun.

Telepon seluler Anda merupakan pemancar gelombang mikro. Energi gelombang mikro gergetar jutaan hingga milyaran putaran per detiknya. Journal of Cellular Biochemistry melaporkan kalau frekuensi ini bisa menyebabkan kanker dan penyakit lain dengan cara mengganggu DNA dan sistem pernbaikannya. Gelombang mikro mempercepat penuaan sel. Hal ini telah dibuktikan oleh ilmuwan dari Italia. Berdasarkan hasil ujicoba mereka, radiasi telepon seluler membuat sel-sel kanker tumbuh secara agresif.

Hubungan antara paparan gelombang mikro dan kanker telah didokumentasikan selama bertahun-tahun. Penelitian yang dilakukan profesor Dr. Henry Lai dari Washington menunjukkan, sel-sel otak benar-benar dirusak oleh kadar gelombang mikro. Menurut dia, bahkan frekuensi gelombang radio yang kecil saja bisa berakumulasi dan menimbulkan dampak yang membahayakan. Dia menyarankan agar publik membatasi paparan wireless transmitter hingga ke batas minimal.

Berdasarkan penelitian baru-baru ini, seperti yang dikutip oleh quantumbalancing.com, gelombang mikro telepon seluler juga bisa menimbulkan:

  • Kerusakan sel-sel di telapak tangan
  • Menyebabkan sel-sel darah kebocoran hemoglobin
  • Menyebabkan kehilangan daya ingat dan kebingunan mental
  • Menyebabkan sakit kepala dan kelelahan kronis
  • Timbulkan sakit pada persendian, kejang otot
  • Menimbulkan rasa panas seperti terbakar dan bintik-bintik merah di kulit
  • Menghilangkan aktivitas elektrik otak pada saat tidur
  • Menimbulkan bunyi berdeting di telinga, serta merusak indera penciuman
  • Memicu terjadinya katarak, kerusakan retina dan kanker mata
  • Membuka pembatas darah otak terhadap virus dan racun
  • Mengurangi jumlah dan efisiensi sel darah putih
  • Menstimulus asma dengan memproduksi histamin di dalam sel-sel
  • Menimbulkan masalah pencernaan dan meningkatkan kadar kolesterol
  • Menimbulkan stres pada sistem endokrin, khususnya pankreas, tiroid, ovarium dan testis

http://www.dinkes-diy.org

19
May
10

Kegemukan setelah Stop Merokok

Tidak sedikit yang merisaukan mengalami kegemukan dikala Anda berusaha untuk berhenti merokok. Satu hal yang pasti untuk solusinya: Fokuskan buang jauh-jauh kebiasaan merokok Anda dan tidak usah cemas mengenai lingkar pinggang Anda.

Dapatkah berat badan meningkat apabila Kita stop merokok? Iya, kemungkinannya 4 dari 5 orang yang stop merokok mengalami kenaikan berat badan rata-rata sebesar 2-5 kg, namun demikian ada kabar baik untuk para yang stop merokok dan mengalami kenaikan berat badan. Dimana kenaikan berat badan tersebut selalu banyak usaha untuk dapat menurunkan kembali berat badannya ke berat normal, khususnya pada saat mereka selalu berpikir untuk berhenti merokok.

Tidak ada alasan bahwa dengan naiknya berat badan membuat alasan untuk meneruskan merokok. Dengan naiknya berat badan hingga 50 kg sama saja resikonya dengan merokok satu bungkus sehari, tutur Emily Rubin, RD, dari Institut Penyakit Digestif di Universitas Thomas Jefferson di Philadelpia .

Mengapa Para Stop Merokok Selalu Meningkat Berat Badannya?

Merokok berkembang dari gaya hidup dimana bila sepanjang hari merokok, biasanya akan jarang melakukan aktifitas makan dan olahraga. Tetapi memang benar bahwa merokok menjaga berat badan Anda dibawah normal.

Merokok Membakar Kalori.
Merokok meningkatkan frekuensi jantung dan meningkatkan metabolisme, ketika Anda berhenti merokok, kalori pembakaran menurun 100 kalori perhari. Setelah berhenti, dalam waktu berminggu-minggu atau bahkan bulanan, metabolisme Anda acapkali mengalami rebound.

Merokok Menekan Rasa Lapar
Nikotin meyebabkan liver mengeluarkan glikogen yang meningkatkan kadar gula darah dan menekan nafsu makan. Sampai Anda dapat menyesuaikan diri, berat badan Anda dapat meningkat setiap minggu.

Merokok Membuat Anda Merasa Nyaman
Nikotin dapat meningkatkan kadar dopamine di otak. (Zat kimia yang membuat rasa nyaman). Namun selagi Anda mengalami rasa nyaman, setengah paru-paru Anda mendidih. Anda bisa mendapatkan perasaan nyaman yang sama dengan menggantikannya dengan permen atau kue. Kalori tingginya menghasilkan efek yang sama. Namun demikian, Anda tidak harus mengganti rokok dengan makanan disaat berhenti merokok, semuanya ada di pengendalian pikiran.

Alkohol meningkatkan kadar dopamin juga dan studi menunjukkan bahwa penggunaan alkohol cenderung meningkat setelah mencoba berhenti. Mekanisme ini dapat menjelaskan mengapa bupropion (Zyban), suatu antidepresan yang bekerja seperti sistem dopamin pada otak, untuk membantu berhenti merokok.karena menghasilkan sensasi seperti pada saat merokok.

Merokok Mengumpulkan Selera Makan Anda.
Setelah Anda berhenti, makanan mulai rasa dan bau lebih baik, sehingga Anda mungkin menemukan diri Anda ingin makan lebih banyak.

Merokok dapat diandalkan ketika hal-hal lain tidak dapat diandalkan. Orang menggunakan rokok dan makanan sebagai cara untuk mengatasi kebosanan atau stres, atau sebagai gaya hidup.

Anda dapat memilih gaya hidup demikian, namun pastinya Anda sudah tahu konsekuensi derita kesehatan yang akan Anda dapatkan jika pilihan Anda kepada mempertahankan kebiasaan merokok.

http://www.infeksi.com/articles.php?lng=in&pg=4696




Blog Saya

Salam

Selamat Datang

Calender

November 2017
M T W T F S S
« Feb    
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  

Jam*Suhu*Cuaca

Statistik

Afiliasi

CO.CC:Free Domain

Join 4Shared Now!

Enter a long URL to make tiny:

Ayat Al-Qur’an

Jadwal Adzan

Asmaul Husna

Asmaul Husna